SISTEM
PEMANTAUAN EKOSISTEM DAN TEHNIK PEMANTAUAN
A. Hubungan Antara Pengambilan Sampel dan Program Pemantauan
![]() |
Dalam
pengamatan dan pengambilan sampel ada dua syarat yang harus diperhatikan yaitu Praktis
(artinya mudah dikerjakan, tidak memerlukan alat dan bahan yang mahal, dan
tidak memakan waktu lama), dan dapat depercaya (artinya dapat mewakili gambaran
populasi yang sebenarnya).
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Kesalahan Pengambilan Sampel
Terdapat 3 kesalahan untama dalam pengambilan sampel:
1 .Sifat dan keterampilan petugas pengaman
Dalam pengamatan
biasa setiap pengamat memiliki sifat, pengetahuan dan keterampilan yang berbeda, hal ini yang menyebabkan munculnya kesalahan
yang tidak dapat dihindari.
2 .Keadaan lingkungan setempat
Kesalahan lainya biasa keadaan lingkungan setempat yang mempengaruhi aktivitas dan perilaku serangga yang
kita amati, misal perbedaan waktu dalam pengamatan.
3. Sifat sebaran spasial serang
Ada 3 sifat sebaran yaitu : 1) rata, 2) acak atau random,dan
3)mengelompok.
Untuk
menggunakan sebaran mana yang cocok, terlebih dahulu harus kita menentukan
besar ukuran dan bentuk unit sampel, frekuensi pengamatan, ukuran sampel dll.
C. Metode Pengambilan Sampel
Dalam
studi ekologi dan pelaksanaan program PHT di kenal ada 3 metode pokok
pengambilan sampel yaitu metode mutlak (absolut), metode nisbi (relatif), dan indeks
populasi.
D.Penyusunan
Peogram Pengambilan sampel
Dalam
menyusun program pengambilan sampel harus ditetapkan kriteria dan ketentuan
meliput penetapan tentang:
1. Unit sampel
2. Interval (jarak waktu) pengambilan sampel
3. Banyak atau ukuran
sampel
4. Desain pengambilan sampel
5. Mekanik pengambilan sampel
E.Pengembangan
program Pengambilan Sampel
Pengambilan
sampel beruntun memiliki perbedaan dengan teknik yang kovensional yaitu tidak
memerlukan jumlah unit yang konstan tetapi jumlahnya bervariasi tergantung pada
keadaan populasi di lapangan















0 comments:
Post a Comment