SELAMAT DATANG

Pages

Friday, October 25, 2013

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN



SISTEM PEMANTAUAN EKOSISTEM DAN TEHNIK PEMANTAUAN
A. Hubungan Antara Pengambilan Sampel dan Program Pemantauan


 





Dalam pengamatan dan pengambilan sampel ada dua syarat yang harus diperhatikan yaitu Praktis (artinya mudah dikerjakan, tidak memerlukan alat dan bahan yang mahal, dan tidak memakan waktu lama), dan dapat depercaya (artinya dapat mewakili gambaran populasi yang sebenarnya).
B.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesalahan Pengambilan Sampel
Terdapat 3 kesalahan untama dalam pengambilan sampel:
1 .Sifat dan keterampilan petugas pengaman
Dalam pengamatan biasa setiap pengamat memiliki sifat, pengetahuan dan keterampilan yang berbeda, hal ini yang menyebabkan munculnya kesalahan yang tidak dapat dihindari. 
2 .Keadaan lingkungan setempat
Kesalahan lainya biasa keadaan lingkungan setempat yang mempengaruhi aktivitas dan perilaku serangga yang kita amati, misal perbedaan waktu dalam pengamatan.
3. Sifat sebaran spasial serang
Ada 3 sifat sebaran  yaitu : 1) rata, 2) acak atau random,dan 3)mengelompok.
Untuk menggunakan sebaran mana yang cocok, terlebih dahulu harus kita menentukan besar ukuran dan bentuk unit sampel, frekuensi pengamatan, ukuran sampel dll.
C.  Metode Pengambilan Sampel
Dalam studi ekologi dan pelaksanaan program PHT di kenal ada 3 metode pokok pengambilan sampel yaitu metode mutlak (absolut), metode nisbi (relatif), dan indeks populasi.
D.Penyusunan Peogram Pengambilan sampel
Dalam menyusun program pengambilan sampel harus ditetapkan kriteria dan ketentuan meliput penetapan tentang:
1. Unit sampel
2. Interval (jarak waktu) pengambilan sampel
3. Banyak atau ukuran sampel
4. Desain pengambilan sampel
5. Mekanik pengambilan sampel



E.Pengembangan program Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel beruntun memiliki perbedaan dengan teknik yang kovensional yaitu tidak memerlukan jumlah unit yang konstan tetapi jumlahnya bervariasi tergantung pada keadaan populasi di lapangan
Panduan dan Teknik SEO